Selasa, 27 Januari 2009

Menghapus Jejak-jejak Dokumen


Sistem MS Window XP memang unik. Mereka mampu merekam dokumen2 apa saja yang pernah kita buat dalam periode tertentu. Fungsinya, untuk memudahkan pengguna jika ia harus bekerja dengan dokumen2 yang sama. Dokumen2 yang pernah Anda buka itu akan tercatat dalam bagian "My recent Documents" yang ada di Start Menu. Untuk menghapusnya ikuti langkah2 berikut.

Pastikan semua file dan folder yang tersembunyi dapat terlihat oleh windows Explorer. Klik folder berikut : "Document and setting \Username\My Recent Documents". Pada bagian "Username", isikan dengan nama folder yang sama dengan nama username yang Anda pakai saar login.

Hapus Seluruh file yang ada di folder "My Recent Documents" itu \. Sekarang, coba lihatlah dokumen2 itu dengan mengklik Start > My Recent Documents. Kini File2 itu telah lenyap.
Read More..

Senin, 19 Januari 2009

Israel Mulai Tarik Pasukan dari Gaza


Pasukan Israel menarik diri dari sejumlah posisi penting di dalam dan sekitar Kota Gaza, Minggu, setelah negara Yahudi itu mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam perang dengan Hamas, kata beberapa saksi mata.

"Pasukan darat mundur ke arah pagar perbatasan Israel di Jalur Gaza bagian timur dan utara," kata mereka.

Televisi Israel menayangkan gambar prajurit-prajurit yang berjalan keluar dari jalur pesisir yang porak-poranda itu, banyak dari mereka membawa bendera dan menunjukkan tanda kemenangan.

Militer juga mengonfirmasi bahwa pasukan Israel telah memulai penarikan bertahap dari Jalur Gaza. "Saya bisa mengonfirmasi bahwa penarikan bertahap dari Jalur Gaza mulai dilakukan," kata seorang juru bicara militer Israel kepada AFP.

Penarikan itu dilakukan setelah Perdana Menteri Israel Ehud Olmert pada Sabtu larut malam memerintahkan diakhirinya operasi-operasi ofensif di Gaza setelah pertempuran 22 hari yang dirancang untuk mengakhiri penembakan roket Hamas ke wilayah negara Yahudi itu.

Namun, dalam pernyataannya itu Olmert mengatakan pasukan Israel tetap berada di wilayah tersebut dan akan balas menembak jika mereka diserang. Minggu, secara terpisah Hamas juga mengumumkan gencatan senjata sepekan untuk memberi waktu Israel menarik diri dari wilayah itu.

"Kami dalam gerakan-gerakan perlawanan Palestina mengumumkan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menuntut pasukan musuh ditarik dalam waktu sepekan dan membuka semua lintasan perbatasan agar bantuan kemanusiaan dan barang kebutuhan pokok bisa masuk," kata Mussa Abu Marzuk, Wakil Kepala Politbiro Hamas, di Damaskus.

Dalam pernyataannya, Minggu, Olmert mengatakan, ia ingin menarik pasukan Israel dari Jalur Gaza "secepat mungkin" setelah gencatan senjata sepihak Israel itu.

"Kami tidak tertarik menetap di Jalur Gaza, kami ingin pergi secepat mungkin," kata Olmert pada pertemuan dengan para pemimpin Eropa yang tiba di Yerusalem setelah menghadiri pertemuan puncak di Mesir yang membahas perang Gaza.

Sedikitnya 1.300 orang Palestina, termasuk lebih dari 400 anak, tewas dan 5.300 orang cedera di Jalur Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember. Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Selama perang 22 hari itu, sekolah, rumah sakit, bangunan PBB, dan ribuan rumah rusak terkena gempuran Israel, dan Pemerintah Palestina menyatakan bahwa jumlah kerugian prasarana saja mencapai 476 juta dollar.

Penghentian serangan itu dilakukan setelah negara Yahudi tersebut memperoleh janji dari Washington dan Kairo untuk membantu mencegah penyelundupan senjata ke Gaza, hal utama yang dituntut Israel bagi penghentian perang.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember. Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari. Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Sumber: kompas.com
Read More..

Minggu, 11 Januari 2009

Israel Abaikan Resolusi DK PBB


Keangkuhan bangsa Yahudi di muka bumi tampaknya belum ada yang mampu menghentikannya. Bagaimana tidak, jet-jet, heli dan tank tempur serta Israel terus membantai warga Gaza, Jumat (9/1) di tengah-tengah seruan gencatan senjata dari DK PBB.

Hamas juga membalas dengan 20 tembakan roket ke kedua kota selatan Israel. Dalam satu gempuran udara Israel, dua militan Hamas dan satu warga sipil tewas serta satu bangunan lima lantai hancur dibom di utara Gaza, menewaskan tujuh orang, termasuk anak-anak.

Israel melancarkan 50 serangan udara sejak sebelum subuh dan asap tebal menutupi wilayah Gaza sampai kemarin sore. Namun, operasi militer Israel kini kembali dihentikan selama tiga jam, kemarin untuk memungkinkan bantuan masuk. Sebanyak 75 truk yang mengangkut makanan dan obat- obatan diperkenankan masuk ke Gaza.

Hamas mengklami roket Grad yang diluncurkannya, kemarin mengenai sasaran pangkalan udara Israel Tel Nof dekat Tel Aviv. Pangkalan itu dicurigai sebagai tempat penyimpanan pesenjataan nuklir Israel. Serangan itu dilancarkan Hamas setelah Israel melancarkan serangan membabi buta pada kemarin pagi.

Militer Israel (IDF) menyatakan sudah mengebom 50 lokasi di Gaza sepanjang kemarin dengan korban tewas 12 warga sipil, enam diantaranya dari satu keluarga di utara Gaza. Sehingga korban tewas di Gaza sudah mencapai hampir 800 orang dan 3.200 lebih lainnya mengalami luka. 10 Tentara Israel, tiga diantaranya dalam perang di Kota Gaza, kemarin dan tiga warga sipil Yahudi itu tewas.

Sementara, pejabat-pejabat kemanusiaan asing, warga sipil tak bisa lolos menyelamatkan diri dari Gaza yang terblokir. Belum lagi daerah-daerah yang dibombardir Israel merupakan wilayah padat penduduk. Akibatnya, korban jiwa warga sipil pun tak bisa dihindari.

Anak-anak tewas dalam serangan Israel di rumah-rumah mereka, saat berada di mobil bersama orangtua mereka ataupun ketika bermain di jalanan dan bahkan saat berada di tempat-tempat penampungan PBB.

Sayed, Mohammed dan Raida Abu Aisheh misalnya. Tiga bocah yang masing-masing berusia 12 tahun, 8 tahun dan 7 tahun itu sedang berada di rumah bersama orangtua mereka ketika serangan udara Israel menggempur rumah mereka. Mereka semua tewas. Hanya mereka yang sempat melarikan diri ke ruang bawah tanah rumah tersebut yang berhasil selamat.

Paman ketiga bocah malang itu, Saber Abu Aisheh (49) mengatakan, Israel sama sekali tak memberikan peringatan akan terjadinya gempuran itu. Padahal 2 tahun lalu, dia berulang kali menerima telepon dari militer Israel yang memberi tahu bahwa rumah di dekatnya akan digempur. Dia pun diminta untuk pergi ke tempat yang aman. “Apa yang sedang terjadi ini bukan perang, ini pembunuhan massal,” cetus Abu Aisheh. Tidak jelas kenapa rumahnya menjadi target serangan Israel.

Sedangkan petugas palang merah internasional yang bertugas mengumpulkan jenazah mengaku, harus bermain kucing- kucingan dengan tentara Israel. Alasannya, relawan juga menjadi korban serangan membabi buta di wilayah jantung kota Gaza.

“Kami menemukan 4 anak kelaparan di samping jenazah orang tuanya,” ujar salah seorang anggota Palang Merah Internasional (ICRC).

Sementara, Perdana Menteri Israel Prime Minister Ehud Olmert mengatakan, serangan roket terbaru ke Israel menunjukkan resolusi itu “tidak bisa dilaksanakan”. Para pejabat di kantor PM Ehud Olmert dikutip mengatakan: “militer Israel akan tetap melindungi warga Israel dan melancarkan misinya”.

Sumber : Serambinews.com



Read More..

Rabu, 07 Januari 2009

Korban Kekejaman Israel Sudah Lebih dari 660 Orang


GAZA CITY, SELASA — Pada hari ke-11 serangan ke Gaza, tentara Israel mendapat perlawanan sengit di kota Gaza, dan Hamas makin jauh menembakkan roket ke dalam wilayah Israel.

Kantor berita Perancis, AFP, melaporkan, jumlah warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel sudah lebih dari 660 jiwa dan 2.950 cedera. Negara-negara Arab mendesak lahirnya Resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk serangan itu.

PBB menuntut penyelidikan atas sekolah UNRWA (badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina) yang dihancurkan tank dan pesawat Israel. Menurut tim layanan darurat, setidaknya 43 orang yang sedang mengungsi di sekolah Jabaliya di utara Gaza itu terbunuh. PBB menyatakan, sedikitnya 30 tewas dan 55 luka.

Sebelumnya, dua warga Palestina tewas ketika sebuah bom menghantam sekolah di Khan Yunis, Gaza selatan. Tiga lainnya tewas dalam serangan udara ke sekolah Shati di kamp pengungsian di Gaza.

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Wilayah Palestina Maxwell Gaylard mengatakan, Israel telah memiliki koordinat global positioning system atas semua bangunan PBB di Gaza, termasuk sekolah-sekolah.

"Rumah ataupun tempat penampungan PBB sudah tidak aman bagi rakyat sipil," katanya lalu menyerukan adanya penyelidikan atas kasus tersebut. "Jika hukum kemanusiaan internasional sudah dilanggar, pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban," katanya.

Pertempuran sengit terjadi di kota Gaza dan sekitarnya, yaitu di Deir al-Balah dan Bureij. Satu serangan udara Israel menewaskan 12 orang dari suatu keluarga besar, tujuh di antaranya masih anak-anak.

Militer Israel mengatakan, 35 roket Hamas ditembakkan ke wilayah mereka dan satu yang paling jauh masuk hingga 45 kilometer dari perbatasan.
Read More..

Bayi-bayi Gaza Terancam Mati Kedinginan


LONDON, SELASA — Bayi-bayi yang baru lahir di Jalur Gaza berisiko terkena hipotermia(mati kedinginan) karena suhu udara yang membekukan dan putusnya pasokan listrik.

Peringatan ini disampaikan yayasan bantuan Inggris, Save the Children, Senin (5/1) waktu setempat.

Sebagian besar rumah dan rumah sakit di Jalur Gaza, tempat suhu udara pada waktu malam anjlok hingga titik beku, sekarang tanpa listrik dan tidak memiliki pemanas. Yayasan itu menambahkan, orang-orang membiarkan jendela terbuka untuk mencegah kaca jendela pecah karena bom Israel.

"Kita perlu mengirim lebih banyak makanan dan selimut untuk menjamin bahwa anak-anak tidak meninggal karena kelaparan dan kedinginan," kata juru bicara Save the Children yang bermarkas di Jerusalem, Dominic Nutt, seperti dikutip AFP.

Merujuk kepada misi Uni Eropa di kawasan itu, ia meminta PM Inggris Gordon Brown dan semua pemimpin Eropa untuk mendesak dicapainya gencatan senjata agar ada akses aman ke Jalur Gaza.

Dokter Shaul Dollberg, guru besar pediatrik di Universitas Tel Aviv, seperti dikutip badan amal itu mengatakan, "Ada potensi nyata bagi hipotermia pada anak-anak di Jalur Gaza, khususnya pada bayi-bayi yang baru lahir." "Bayi yang baru lahir membutuhkan suhu udara lebih tinggi untuk bertahan hidup," katanya.

Staf Save the Children di Jalur Gaza telah mengirim makanan kepada sekitar 6.000 keluarga yang sangat kelaparan di wilayah itu. "Staf kami mempertaruhkan hidup mereka untuk mengirim bantuan pangan. Dua staf telah mendapati rumah mereka rusak berat dalam pengeboman. Tak seorang pun selamat," kata Nutt.

"Namun, kita benar-benar harus berbuat semampu kita untuk melindungi anak-anak dan bayi-bayi dari konflik ini."

Peringatan itu tiba ketika tentara Israel memperketat cengkeraman militer mereka di Jalur Gaza dengan serangan udara baru dan pertempuran darat, sementara Eropa memimpin upaya diplomatik untuk menjamin tercapainya gencatan senjata.

Read More..

Selasa, 06 Januari 2009

Indonesia Desak Sidang Darurat MU PBB


JAKARTA, SELASA — Indonesia mendesak Majelis Umum mengadakan sidang darurat untuk merespons kebiadaban Israel terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza yang telah merenggut nyawa sekitar 500 orang dan melukai ribuan orang lainnya.

“Surat dari Pemerintah Indonesia sudah diedarkan ke negara-negara anggota Gerakan Nonblok (GNB) di New York untuk meminta dukungan mereka agar mendesak pelaksanaan sidang darurat Majelis Umum PBB,” kata Menteri Luar (Menlu) Negeri Hassan Wirajuda dalam pernyataan pers tahunan di Jakarta, Selasa (6/1).

GNB terdiri atas 117 negara, sedangkan PBB 192 anggota sehingga Indonesia melihat optimistis akan mendapat dukungan mayoritas anggota MU PBB. “Sebab, semua anggota GNB mendukung posisi Palestina untuk menjadi negara merdeka. Saya optimistis mendapat suara mayoritas besar," kata Menlu.

Menurut Menlu, Sidang Darurat MU PBB ini ingin diselenggarakan dengan asumsi bahwa sidang darurat Dewan Keamanan PBB akan gagal dalam melaksanakan amanatnya. “Dari pengalaman dua kali agresi Israel, pertemuan DK PBB selalu gagal. Pernah ada pertemuan, tetapi itu pun sifatnya informal. Pernah ada pernyataan pers, tetapi itu pun bukan dari Presiden DK PBB. Tidak pernah dihasilkan suatu resolusi,” tutur dia.

“Dunia tidak bisa membiarkan kebiadaban ini terus berlangsung,” kata Menlu yang menyejajarkan tindakan brutal Israel saat ini dengan tindakan agresinya tahun 2006 ke Lebanon selatan. Saat itu, kata Menlu, DK PBB tidak melakukan apa-apa. Demikian juga Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam. “Sekarang, situasinya hampir sama. Jadi, saya skeptis,” kata Menlu.

Bantuan efektif

Menanggapi adanya rencana pengiriman para sukarelawan dari Indonesia ke Palestina, Menlu mengatakan bahwa pemerintah menghargai dukungan dan bantuan seperti itu. Namun, ia menilai itu tidak efektif.

“Lebih baik dukungan itu yang efektif, misalnya berupa dukungan obat-obatan atau peralatan medis. Tenaga media bisa ke daerah Sinai untuk membantu rumah sakit lapangan yang dibangun Mesir,” katanya.

Menurut Menlu, Indonesia sedang menunggu izin dari Pemerintah Mesir. Presiden, katanya, sudah meminta Menkes menyiapkan tenaga medis untuk dikirim ke Mesir. “Karena itu, pengiriman sukarelawan ke Gaza bukan satu opsi,” kata Menlu.

Mengenai sikap Indonesia sendiri, Menlu mengatakan, Indonesia menganjurkan agar Hamas menempuh cara-cara damai melalui dialog dan negosiasi. Skema atau sekuen penyelesaian yang rasional sekarang, menurut dia, adalah hentikan permusuhan, capai gencatan senjata, laksanakan penjaga perdamaian, buka dialog dengan Israel, dan rekonsiliasi secara internal di Palestina antara Hamas dan Fatah. "Satu kerangka penyelesaian yang komprehensif," katanya.

sumber: kompas.com

Read More..

Minggu, 04 Januari 2009

Pasukan Darat Israel Masuk Jalur Gaza


GAZA, MINGGU — Pasukan tank Israel, sambil sesekali menembakkan senjatanya, menggelinding ke Jalur Gaza utara, Sabtu (3/1). Konvoi tank ini tampaknya akan menjadi awal serangan darat terhadap kelompok Hamas di Palestina.

Militer Israel memastikan bahwa satu pasukan telah masuk Jalur Gaza untuk merebut beberapa tempat yang ditengarai sebagai lokasi peluncuran roket.

Sementara itu, menurut seorang warga kota Beit Lahiya di Gaza, pasukan Israel telah melintasi pagar perbatasan di bawah selimut kegelapan, disertai oleh sejumlah helikopter tempur Israel.

Sebelumnya dilaporkan, tank-tank dan tentara Israel telah berhenti di perbatasan Jalur Gaza untuk mempersiapkan kemungkinan serangan darat, ketika gerilyawan Hamas meneruskan serangan roket di Israel selatan sebagai tantangan terhadap permintaan internasional untuk menghentikan serangan.

Saya mengharapkan hasil operasi ini akan menimbulkan ketenangan dalam waktu lama. Saat mereka menembak, kami akan membalas dengan pasukan besar," Menlu Tzipi Livni mengatakan di TV Israel.

Dalam serangan sebelumnya, Israel menembakkan peluru-peluru ke sebuah masjid di Beit Lahiya yang dituduh menjadi pos komando dan pangkalan serangan Hamas. Sedikitnya 11 warga sipil, termasuk sejumlah anak, tewas dan 50 orang luka-luka, kata pejabat Hamas dan medis.

erangan Isarel itu telah membuat korban tewas Palestina menjadi 446 orang, dengan sekitar 2.050 orang terluka, dalam pertumpahan darah berlarut-larut terburuk dalam beberapa dasawarsa konflik antara Israel dan Palestina.
Empat warga Israel juga tewas akibat serangan roket lintas-perbatasan oleh Hamas dan kelompok garis keras lainnya.

Serangan udara Israel terhadap Gaza mulai dari dini hari Sabtu, dan kapal angkatan laut juga menembak ke wilayah itu dari Laut Tengah, kata beberapa saksi.
Satu serangan diklaim menewaskan Abu Zakaria al-Jamal, komandan senior sayap bersenjata Hamas. Ia adalah pemimpin Hamas kedua yang tewas dalam tiga hari ini.

Israel melancarkan serangan, yang disebut Operasi Membuat Keunggulan, pada 27 Desember sebagai balasan atas serangan roket Hamas di Israel selatan.

Read More..

Bocah Palestina Tewas Tertembak Tank Israel


GAZA, MINGGU — Seoarang anak Palestina tewas akibat tembakan tank Israel di Jalur Gaza, Sabtu (3/1) malam. Menurut para petugas medis, ia menjadi korban pertama serangan darat terhadap Markas Besar Hamas itu.

Selain bocah yang tak disebut namanya, sebelas anak lainnya terluka dalam serangan itu ketika tembakan tank menghantam sebuah rumah di Kota Gaza timur.

Tank-tank Israel menembak posisi Hamas setelah memasuki Jalur Gaza utara. Pasukan Hamas pun membalas dengan tembakan mortir.

Sejumlah warga di kota Beit Lahiya di Gaza mengatakan, tank-tank itu melepaskan tembakan tak lama setelah melintasi perbatasan Sabtu malam. Mereka juga mengatakan sejumlah helikopter AH-64 Apache mendukung tentara darat yang mengambil bagian dalam operasi itu.

Para saksi menceritakan ada sejumlah ledakan dan tembakan tank persis di utara Jabaliya, tempat tentara Israel bergerak beberapa ratus meter ke dalam wilayah Palestina. Gerilyawan Palestina membalas dengan tembakan roket.

Tentara darat Israel melancarkan serangan satu pekan setelah dimulainya serangan udara yang telah menewaskan 460 warga Palestina dan menimbulkan kehancuran luas.

Read More..

Sabtu, 03 Januari 2009

Gempuran Israel Dilakukan dengan Akurasi Tinggi


Sebenarnya yang dilakukan Israel terhadap Jalur Gaza bukan sebuah perlindungan diri, melainkan tindakan yang bisa dikatakan tidak berimbang. Bayangkan, Hamas dari Jalur Gaza hanya melontarkan roket, sementara Israel menggunakan teknologi dengan presisi tinggi.

Sebagaimana dituliskan kantor berita Associated Press, Kamis kemarin, bagi para pilot Israel, pengeboman terhadap lokasi peluncuran roket Hamas lebih kurang mirip dengan berkendaraan dengan menggunakan petunjuk otomatis. Pilot hanya melakukan tugas dengan mengikuti petunjuk soal saran serangan.

Dalam lima hari serangan, pesawat tempur Israel telah melakukan 500 pengeboman. Hal ini masih didukung dengan ratusan tembakan dari helikopter perang, pesawat pengintai, baik yang berawak, maupun tidak berawak.

Menurut seorang pejabat senior Israel, Rabu (31/12), sasaran yang dituju termasuk pos komando Hamas, sekitar 130 lokasi peluncuran roket, lokasi amunisi, dan orang-orang yang terlihat membawa senjata.

Di antara sasaran itu adalah sebuah Pusat Hamas, Universitas Islam di Jalur Gaza, yang oleh pejabat Israel dikatakan sebagai pusat riset persenjataan.

Dikatakan, sebesar 95 persen dari sasaran serangan telah berhasil disasar. Hampir semua sasaran, termasuk bangunan, telah dibuat roboh.

Kini tujuan dari serangan Israel adalah mencecar lokasi peluncur roket, yang juga terus meluncur dari Jalur Gaza ke wilayah Israel. Sasaran utama lainnya adalah menyerang pelaku peluncuran roket.

Melukiskan cara mencari target, pejabat militer Israel, yang tidak disebutkan namanya itu, mengatakan, hal tersebut dimulai sebagai berikut. Pesawat pengintai, misalnya, mulai mengidentifikasi truk-truk atau pejuang yang mengangkut peluncur roket.

Informasi yang didapat dari pesawat pengintai dikirim ke komando pusat untuk dianalisis. Para analis militer Israel kemudian melakukan kesimpulan, apakah target tersebut berbahaya atau tidak.

Hasil analisis kemudian diberi sebagai masukan kepada pilot F-16. Pilot kemudian terbang ke dekat sasaran dan bom otomatis dijatuhkan. Bom itu pun masih dilengkapi lagi dengan laser petunjuk jalan.

”Ini sama dengan Anda mengemudi sesuai dengan arah yang sudah ditentukan sebuah alat petunjuk jalan, kami tahu persis di mana lokasi sasaran,” kata sumber itu.

Pejabat tersebut juga bertutur soal pengeboman tepat sasaran itu, aksi yang juga dibantu para agen rahasia Israel.

Untuk menghindari sasaran sipil yang tidak bersalah, kata pejabat itu, sebuah telepon otomatis akan mengontak warga yang ada di dalam bangunan yang menjadi target serangan. Tujuannya adalah agar mereka segera menghindari dari lokasi sasaran.

Pejabat itu menolak memberi tahu bagaimana mereka bisa mendapatkan nomor-nomor telepon di bangunan yang hendak menjadi sasaran.

Sejak serangan dimulai pada 27 Desember lalu, kebanyakan dari 400 orang korban tewas adalah para pejuang Hamas. Meski demikian, puluhan warga sipil, termasuk anak-anak, juga telah jadi korban.

Misi jangka pendek

Sementara itu, sebagaimana diberitakan televisi ABC, Amerika Serikat, Rabu (31/12), Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni mengatakan, tujuan jangka pendek dari serangan ini adalah menjungkalkan Hamas. ”Satu-satunya cara untuk melahirkan sebuah negara Palestina adalah dengan mengubah situasi di Jalur Gaza. Jadi, perubahan rezim diperlukan untuk mewujudkan visi dua negara,” ujar Livni.

Menjungkalkan Hamas, kata Livni, bukanlah tujuan dari serangan yang berlangsung sekarang ini, melainkan tujuan berikutnya. Jalur Gaza yang dikontrol oleh Hamas menjadi masalah bagi Israel, Palestina, dan kawasan. Livni mendukung penolakan Israel terhadap usulan gencatan senjata. ”Mereka akan mempermainkan gencatan senjata,” katanya.

Namun, di saat gencatan sudah tercapai sejak Juli 2009, di saat itu pula Israel terus memblokade Jalur Gaza. Di sisi lain, roket dari Jalur Gaza terus meluncur ke wilayah Israel.

Pandangan yang menyerukan agar Israel dan Palestina membuang paradigma lama, membuang perbedaan, tetap tak bisa diwujudkan. Kebencian antara satu dan lainnya masih tetap kuat.


sumber: kompas

Read More..

Israel Sudah Tewaskan 397 Orang


GAZA CITY, KAMIS - Dua orang meninggal pada Kamis (1/1) dalam serangan udara Israel pada Tahun Baru di Jalur Gaza, menambah jumlah korban tewas menjadi 397 sejak operasi militer Israel dimulai pada Sabtu, kata Moawiya Hassanein, kepala layanan darurat di kawasan itu.

Seorang wanita tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah yang diduduki anggota Hamas di Rafah, dekat tapal batas dengan Mesir, kata Hassanein kepada AFP.

Dokter itu mengatakan anggota-anggota Hamas yang menjadi sasaran tak berada di tempat tapi para korban dilaporkan tetangga mereka.

Lebih 2.000 orang cidera, kata Menteri Kesehatan de facto Hamas, Basam Naim. Ia memperingatkan lebih 300 di antara mereka berada dalam keadaan serius dan jumlah korban tewas bisa naik dengan cepat.

Sementara itu, Israel menolak seruan-seruan internasional pada Rabu untuk menghentikan kekerasan di Jalur Gaza.

Menteri-menterinya yang menangani keamanan menolak usul Prancis bagi gencatan senjata 48 jam guna mengizinkan bantuan kemanusiaan memasuki kawasan itu. Israel masih terus melancarkan serangan-serangan udara pada hari kelima.

Sedikitnya 25 sasaran Hamas, termasuk sebuah masjid dihujani gempuran oleh Angkatan Udara Israel pada Rabu malam. Israel menyatakan masjid itu digunakan Hamas untuk menimbun roket.

Sedangkan Hamas melancarkan serangan terhadap Israel dengan menghujani kota-kota di bagian selatan Israel dengan 70 roket.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Ismail Haniya, berbicara untuk pertama kali dari tempat persembunyiannya dalam pidato yang direkam. Ia menyatakan Hamas dan rakyat Jalur Gaza "akan menang" dan berusaha menaikkan moral dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur'an.

Israel belum melancarkan ofensif darat di Gaza kendati spekulasi tersiar bahwa serangan itu sudah dekat. Sejak Sabtu, Israel melancarkan sedikitnya 450 serangan udara atas lebih 600 sasaran di Gaza sebaliknya kelompok Hamas melancarkan sedikitnya 334 roket ke wilayah Israel.

Read More..
 

My Blog Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009