Selasa, 09 September 2008

Jubah Menghilang Harry Potter Segera Menjadi Kenyataan



Keajaiban jubah milik Harry Potter yang dapat membuat pemakainya tak kelihatan telah menjadi kenyataan. Para ilmuwan telah mengembangkan metamaterial, material pintar yang akan mengarahkan setiap cahaya yang jatuh agar mengelilingi objek yang diselimutinya. Hal tersebut menyebabkan objek yang ada di balik jubah tak terlihat.

Untuk pertama kalinya, para peneliti di Universitas California Berkeley, AS membuat material tersebut dalam struktur tiga dimensi. Artinya, material tersebut kini sudah dapat dipakai untuk membuat jubah menghilang layaknya mirip Harry Potter untuk menyusuri lorong-lorong Hogwarts tanpa diketahui orang-orang di sekitarnya.

"Dengan demonstrasi langsung dan elegan ini meningkatkan kemampuan kami untuk mengendalikan dan mengarahkan cahaya sebaik-baiknya," demikain kesimpulan hasil penelitian Xiang Zhang dan timnya yang akan dimuat dalam jurnal Nature dan Science edisi terbaru.

Material-material serupa yang dikembangkan sebelumnya baru sanggup dibuat dalam struktur dua dimensi yang sangat tipis dan hanya dapat dibuktikan melalui pada riset laboratorium. Tim peneliti lainnya sebelumnya menggunakan plasmons yang mengandung partikel-partikel bermuatan listrik di permukaan logam untuk menyerap cahaya yang jatuh.

Metamaterial yang dikembangkan di Universitas California membiarkan gelombang radio dan cahaya yang mengenainya untuk terus mengalir seperti aliran air di sekitar batuan yang menonjol di permukaan sungai. Material ini merupakan campuran logam dan keramik, teflon, atau serat komposit.

Cara kerjanya lebih canggih daripada teknologi pesawat siluman yang juga membelokkan gelombang ke sudut yang lebar sehingga sulit dikenali radar. Metamaterial membuat cahaya yang jatuh di atasnya selalu dibelokkan sehingga tak pernah memantul. Sebab, sesuai hukum fisika benda hanya terlihat oleh mata jika terdapat cahaya yang dipantulkan benda dan jatuh ke retina mata.

"Material tersebut dapat mengubah penjalaran gelombang elektromagnetik sehingga menghasilkan pantulan ke arah berlawanan," tulis para peneliti. Material tersebut telah direkayasa sehingga strukturnya memiliki sifat optis yang tidak ditemukan secara alami.

Cahaya tampak hanya salah satu gelombang yang dapat dikendalikan. Jika gelombang elektromagnetik, gelombang radio, inframerah dan sinar X juga dapat dikendalikan, teknologi tersebut sangat berguna untuk berbagai aplikasi dalam bidang teknologi informasi, kedokteran, hingga militer.



Read More..

Intel Pamerkan Listrik Tanpa Kabel


SAN FRANSISCO, SENIN - Pemanfaatan listrik tanpa kabel mungkin tak lama lagi digunakan pada alat-alat elektronika. Intel yang selama ini dikenal sebagai rajanya prosesor komputer telah memperkenalkan teknologi yang memungkinkan baterai ponsel atau laptop diisi ulang tanpa dicolokkan ke stok kontak.

"Mimpi untuk menyembunyikan sumber energi merupakan sesuatu yang menakjubkan," ujar Justin Rattner, pejabat tinggi Intel. Teknologi tersebut didemonstrasikan dalam Intel Developer Forum yang berlangsung di San Fransisco baru-baru ini.

Intel menyebutnya WREL (wireless resonant energy link). Sebelumnya teknologi tersebut disebut WiTricity, kombinasi antara wireless (nirkabel) dan electricity (listrik).

Peneliti Intel Alanson Sample memperlihatkan bagaimana bola lampu 60 watt menyala meski tidak ditancapkan di fitting. Lampu tersebut dapat menyala karena mendapat sumber listrik yang berada satu meter di dekatnya.
Meski tak terhubung dengan kabel, listrik tetap dapat diguanakan dengan teknik yang disebut induksi magnet. Intel mengembangan teknologi yang pertama kali diperkenalkan Marin Soljacic, seorang fisikawan Institut Teknologi Massachusetts (MIT).

Cara kerjanya mirip dengan penyanyi yang berlatih vokal dengan gelas. Getaran yang dikeluarkan pita suara mengalir melalui udara dan diserap ruang udara di dalam gelas sehingga ikut bergetar.

Pada listrik, sumber energi dialirkan ke dalam antena untuk membentuk medan magnet di sekitarnya. Alat penerima yang dihubungkan ke alat-alat listrik akan menyerap energi dari medan magnet tersebut dan menyimpannya. Tingkat efisiensi energi yang berhasil diserap saat ini telah mencapai 90 persen.

"Tahap selanjutnya saya kira mencoba menggunakannya pada laptop dan ponsel sehingga kita harus memperkecil ukuran kumparan hingga seukuran alat elektronika tersebut," ujar Sample. Intel memperkirakan teknologi tersebut baru mulai dikomersialkan paling cepat setelah lima tahun ke depan.

Sumber:
Read More..

IBM Kembangkan Produk Ramah Lingkungan


Perusahaan solusi di bidang Teknologi Informasi (TI), IBM, kini mengembangkan produk dan jasa yang ramah lingkungan. Mulai dari mendaurulang hingga jasa konsultasi ruang server hemat energi.

Menurut Husen Samy, Country Manager ibm.com, IBM Indonesia, sebanyak 60 sampai 70 persen dari produk komputer IBM, menggunakan plastik daur ulang (reuse) dari produk IBM sebelumnya.

"Untuk jasa, IBM menyediakan jasa konsultan Building Green Datacenter," ujar Samy, pada jumpa pers IBM Retail Solutions Day, Kamis (14/8) di Jakarta.

Pusat data ramah lingkungan tersebut, menurut Samy, meliputi jasa pemasangan instalasi TI yang disesuaikan dengan kondisi pendingin ruangan (AC), sehingga suhunya tidak terlalu dingin, atau sebaliknya, tidak terlalu panas. Juga tidak bising, karena selama ini, tingkat kebisingan yang diakibatkan beroperasinya peralatan server, dapat menimbulkan polusi suara.

"Kami juga bisa mengatur alur udara, sehingga server mana yang lebih membutuhkan hembusan angin dingin, akan berdekatan dengan blower AC, sedangkan yang kurang membutuhkan pendinginan, diletakkan lebih jauh dari blower AC," paparnya.

Dijelaskan, pada 30 Mei 2007, IBM mengumumkan "IBM Green Retail Initiative", yang bertujuan mendidik klien ritelnya agar bertanggung jawab terhadap lingkungan. IBM mengeluarkan dana tak kurang dari 1 miliar dolar AS per tahun selama 10 tahun, untuk teknologi dan "layanan hijau untuk pusat data".

Samy menyebut contoh langkah penghematan energi, antara lain, merancang IBM SurePOS 700 yang mampu mengurangi konsumsi daya hingga 36 persen (dalam hitungan watt), dan mengembangkan teknologi dan produk ritel dengan mempertimbangkan kemampuan untuk diupgrade, sehingga memperpanjang masa pakai produk.

Sumber:http://www.gatra.com/artikel.php?id=117670



Read More..
 

My Blog Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009